Rabu, 10 Juli 2013

KEKUASAAN, WEWENANG, DAN KEPEMIMPINAN

Tulisan Softskill
Nama   : Lugas Setyo Aji
NPM    : 24212257
Kelas   : 1EB13
UNIVERSITAS GUNADARMA 2012
 
KEKUASAAN, WEWENANG, DAN KEPEMIMPINAN

Kekuasaan :
•    Berperan dalam menentukan nasib sehingga menarik perhatian ahli ilmu pengetahuan sosial.
•    Unsur yang sangat penting dalam masyarakat
•    Nilainya tidak dipandang baik atau buruk oleh sosiologi
•    Bersifat netral sehingga baik/ buruk dilihat dari penggunaannya
•    Ada dalam setiap bentuk  masyarakat, baik yang bersahaja, maupun yang kompleks
•    Tergantung hubungan antara yang berkuasa dan dikuasai
(antara pihak yang memiliki kemampuan untuk melancarkan pengaruh dan pihak lain yang menerima pengaruh itu secara rela atau terpaksa)
•    Bila dijelmakan pada diri seseorang, biasanya orang itu disebut pemimpin, sedangkan yang menerima pengaruh disebut pengikut.
•    Senantiasa ada dalam masyarakat, tapi tidak dapat dibagi rata pada semua anggota masyarakat.


Pembagian kekuasaan tidak merata inilah yang menimbulkan makna pokok kekuasaan, sehingga kekuasaan (power) adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan.

Seacara formal, kekuasaan tertinggi disebut kedaulatan (sovereignity) merupakan hak negara yang bisa memaksa bila perlu dan bisa membagi kekuasaan yang lebih rendah derajatnya.

Kedaulatan bisanya dijalankan oleh segolongan kecil masyarakat menamakan diri menjadi The Ruling Class, nama itu diberi oleh Gaetano Mosca. The Ruling Class adalah gejaladi masyarakat yang pasti punya pemimpin di antara mereka, tapi menurut hukum dia tetap bukan pemegang kekuasaan tertinggi.

Sifat dan Hakekat Kekuasaan
1.    Simetris
A)    Hubungan persahabatan
B)    Hubungan sehari – hari
C)    Hubungan yang bersifat ambivalen
D)    Pertentangan anatara mereka yang sejajar kedudukannya
2.    Asimetris
A)    Popularitas
B)    Peniruan
C)    Mengikuti perintah
D)    Tunduk pada pemimpin formal dan informal
E)    Tuunduk pada seorang ahli
F)    Pertentagan antara mereka yang tidak sejajar kedudukannya
G)    Hubungan sehari- hari


Sumber kekuasaan dikaitkan kegunaan yang diiperoleh (Faktor Sumber Kekuatan) :
SUMBER    KEGUNAAN
A)    Militer, Polisi, Kriminal    a)    Pengendalian kekerasan
B)    Ekonomi    b)    Mengendalikan tanah, buruh, kekayaan material, dan produksi
C)    Politik    c)    Pengambilan keputusan
D)    Hukum    d)    Mempertahankan, mengubah, melancarkan interaksi
E)    Tradisi    e)    Sistem kepercayaan nilai – nilai
F)    Ideologi    f)    Pandangan hidup dan integrasi
G)    “Diversionary Power”    g)    Kepentingan rekreatif


Unsur – Unsur Pokok Kekuasaan :
1.    Rasa Takut
•    Perasaan Negatif
•    Menimbulkan kepatuhan terhadap segala kemauan dan tindakan orang ditakuti agar terhindar dari kesukaran dirinya sehingga menyebabkan seseorang meniru tindakan orang yang diitakuti,  disebut Gejala Matched Dependent Behaviour.
2.    Rasa Cinta
•    Menghasilkan perbuatan yang umumnya positif
•    Bertindak sesuai kehendak pengusaha untuk menyenangkan semua pihak sehingga ada titik temua kedua belah pihak
•    Mendarah daging (internalized) dalam diri seseorang atau sekelompok orang
3.    Kepercayaan
•    Bersifat asosiatif
•    Timbul dari hasil hubungan langsung dua orang atau lebih
•    Penting untuk kelanggengan kekuasaan
•    Tidak terlalu kuat, masih mungkin disangkal
4.    Pemujaan
•    Seseorang/ kelompok penguasa punya dasar pemujaan dari orang lain , yakni segala tindakan penguasa dibenarkan, paling tidak dianggap benar oleh pengikutnya
•    Dalam pelaksanaan, dijalankan oleh saluran – saluran tertentu :
1.    Saluran Militer
- Dijumpai di negara totaliter
- Penguasa lebih banyak menggunakan paksaan (coercion)  dan kekuasaan militer (military force)
- Tujuan utama : mrnimbulkan rasa takut dalam diri masyarakat sehingga mereka tunduk pada kemauan penguasa / kelompok penguasa



2.    Saluran Ekonomi
- Penguasa berusaha menguasai kehidupan masyarakat, dimana kuasa ekonomi ditambah kehidupan rakyat membuat penguasa bisa meaksanakan peraturan, menyalurkan perintah, dan ada sanksi
3.    Saluran Politik
- Penguasa dan pemerintah berusaha membuat peratura yag harus ditaati masyarakat sehingga meyakinkan / memaksa masyarakat menaati peraturan yang telah dibuat badan berwenang dan sah
4.    Saluran Tradisional
- Saluran yang umumnya paling disukai
- Menyesuaikan tradisi pemegang kekuasaan dengan tradisi dalam masyarakat sehingga pelaksanaan kekuasaan dapat berjalan dengan lebih lancar
5.    Saluran Ideologi
- Penguasa dalam masyarkat biasanya mengemukakan ajaran atau doktrin untuk menerangkan dan memberi dasar pembenaran bagi pelaksanaan kekuasaan
6.    Saluran – saluran Lainnya
- Misal : alat komunikasi massa dan saluran rekreasi

Kemungkinan bila dimensi kekuasaan ditelaah :
A)    Kekuasaan yang sah degan kekerasaan
B)    Keuasaan yang sah tanpa kekerasan
C)    Kekuasaan tidak sah dengan kekerasan
D)    Kekuasaan tidak sah tanpa kekerasan

Cara mempertahankan kekuasaan :
A)    Meninggalkan peraturan lama terutama dalam bidang politik yang merugikan kedudukan penguasa
B)    Mengadakan sistem – sistem kepercayaan
C)    Pelaksanaan administrasi dan birokrasi yang baik
D)    Mengadakan konsolidasi horizontal dan vertikal

Cara memperkuat kedudukan :
A)    Menguasai bidang – bidang kehidupan tertentu
B)    Menguasai bidang – bidang kehidupan dalam masyarakat yang  dilakukan dengan paksa dan kekerasan


Menurut Robert M. Maclver, ada tiga umum piramida kekuasaan dalam masyarakat :
A)    TIPE KASTA (PERTAMA)
•    Sistem pelapisan kekuasaan dengan garis pemisah yang tegas dan kaku
•    Garis pemisah hampir tidak mungkin ditembus
B)    TIPE OLIGARKIS (KEDUA)
•    Masih punya garis pemisah yang tegas, tapi dasar pembedaan kelas – kelas sosial ditentukan oleh kebudayaan masyarakat, terutama pada kesempatan yang diberikan kepada para warga untuk mendapatkan kekuasaan tertentu
•    Kedudukan para warga didasarkan kelahiran
•    Indiidu berkesempatan naik lapisan
•    Perbedaan antara lapian satu dengan yang lain tdak mencolok
•    Ada lapisan khusus di setiap lapisan
•    Ditemukan pada :
1.    Masyarakat feodal yang telah berkembang
2.    Masyarakat aliran fasisme
3.    Masyarakat dari negara totaliter, seperti Soviet dan Rusia
C)    TIPE DEMOKRATIS (KETIGA)
•    Menunjukkan kenyataan adanya garis pemisah antara lapisan yang sifatnya sangat mobile/ mudah bergerak.
•    Kelahiran tidak menentukan seseorang, yang paling menentukan adalah kemampuan, terkadang keberuntungan juga menentukan
Tiga tipe  tersebut adalah tipe ideal/ idaman, tapi kenyataannya ada saja penyimpangan ketika diaplikasikan karena utamanya masyarakat selalu mengalami perubahan sosial dan kebudayaan.

Wewenang
Wewenang (Authority/Legalized power) adalah kekuasaan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang yang mendapat pengakuan masyarakat.

Bentuk Wewenang
A)    Wewenang Kharismatis, Tradisional, dan Rasional (Legal)
•    Perbedaan ketiga wewenang ini dibuat oleh Max Weber berdasarkan hubungan antara tindakan dengan dasar  hukum yang berlaku
•    Menurut Max Weber, sifat dasar wewenang dari ketiga macam wewenang tadi menentukan kedudukan penguasa
•    Menurut Max Weber, wewenang sendiri memiliki arti suatu hak yang telah ditetapkan dalam suatu tata tertib sosal untuk menetapkan kebijaksanaan – kebijaksanaaan, menentukan keputusan – keputusan mengenai persoalan – persoalan yang penting dan untuk menyelesaikan pertentangan – pertentangan
•    Max Weber membagi wewenang menjadi tiga macam seperti yang diebut sebelumnya, yakni :

1.    Wewenang Kharismatis (Charismatic Authority)
- Tidak diatur oleh kaidah- kaidah, baik yang tradisional atau rasional
- Sifatknya ceenderung irrasional
- Adakalanya kharisma dapat hilang karena masyarakat sendiri yang berubah dan mempunyai paham yang berbeda, sehingga perubahan itu seringkali tidak dapat diikuti oleh penguasa dengan wewenang kharismatis tadi, akibatnya penguasa itu tertinggal oleh kemajuan dan perkembangan masyarakat.
2.    Wewenang Tradisional (Traditional Authority)
- Dimiliki oleh seorang atau sekelompok dimana orang – orang yang sudah lama sekali menjadi anggota kelompok, mempunyai kekuasaan di dalam suatu masyarakat
- Ciri utama :
1.    Adanya ketentuan  - ketentuan tradisional yang mengikat penguasa yang mempunyai wewenang dan orang lainnya dalam masyarakat
2.    Adanya wewenang yang lebih tinggi ketimbang kedudukan seseorang yang hadir secara pribadi
3.    Selama tidak ada pertentangan dengan ketentuan tradisional, orang – orang dapat bertindak secara bebas
3.    Wewenang Raasional/ Legal  (Rational/ Legal Authority)
- Wewenang yand disandarkan pada sistem hukum yang berlaku di masyarakat
- Sistem hukum di sini dipahamkan sebagai kaidah – kaidah yang telah diakui serta ditaati masyarakat, bahkan yang telah diperkuat oleh negara
- Wewenang yang didasarkan pada sistem hukum, harus dilihat apakah sistem hukum bersandar pada tradisi, agama, dan faktor lain. Perlu ditelaah hubungannya dengan sistem kekuasaan serta diuji apakah sistem hukum itu sesuai/ cocok dengan sistem kebudayaan masyarakat
4.    Wewenang Resmi dan Tidak Resmi
5.    Wewenang Pribadi dan Teritorial
6.    Wewenang Terbatas dan Menyeluruh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar